< Kembali



Asah Spiritual dan Bekali Siswa, MAN 1 Ponorogo Gelar Latihan Manasik Haji Kolaboratif


Ponorogo, 29 Mei 2026 – Suasana berbeda tampak di lapangan belakang MAN 1 Ponorogo pada hari ini, Kamis (29/5/2026). Area yang biasa digunakan untuk kegiatan olahraga dan upacara itu berubah menjadi layaknya tanah suci Makkah. Miniatur Ka'bah beserta beberapa tempat rangkaian ibadah haji seperti Sa’i dan lempar jumrah telah diatur dengan rapi, menciptakan atmosfer khusyuk yang menyelimuti seluruh lokasi. Kekhusyukan semakin terasa ketika para siswa-siswi beserta seluruh civitas akademika MAN 1 Ponorogo tampil serba putih, menambah suasana kidmat dan seolah-olah membawa setiap yang hadir merasakan keagungan berada di hadapan Baitullah.

Hari ini, MAN 1 Ponorogo menggelar kegiatan latihan manasik haji sebagai puncak rangkaian peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 H. Bertempat di lapangan belakang madrasah, kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI. Pelaksanaan manasik ini tidak hanya menjadi agenda seremoni keagamaan, tetapi juga terintegrasi sebagai penilaian kokurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, MAN 1 Ponorogo menggandeng Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Pondok Pesantren Darul Huda Kabupaten Ponorogo. Keterlibatan KBIHU ini bertujuan untuk memastikan bahwa praktik yang diajarkan kepada siswa sesuai dengan tuntunan syariat dan standar bimbingan haji yang berlaku. Dengan bimbingan para mentor profesional, para siswa tampak serius dan khidmat menjalani setiap tahapan simulasi, mulai dari ihram, wukuf, tawaf, sa’i, hingga tahallul.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Bapak Dr. Moh. Tohari, S.Ag., M.H. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif MAN 1 Ponorogo. “Kegiatan ini sangat strategis. Ibadah haji adalah kewajiban bagi umat Islam yang mampu. Oleh karena itu, menanamkan pengetahuan dan pengalaman manasik sejak dini kepada para siswa adalah langkah visioner agar kelak mereka siap secara mental dan spiritual saat mendapat panggilan Allah ke Tanah Suci,” ujar beliau.

Kepala MAN 1 Ponorogo menjelaskan bahwa latihan manasik ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan Idul Adha yang telah dilaksanakan sebelumnya. Rangkaian tersebut diawali dengan pembagian daging hewan kurban ke beberapa lembaga sekitar pada 26 Mei 2026, kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban pada 28 Mei 2026. Melalui integrasi seluruh kegiatan ini, madrasah berupaya menghadirkan pengalaman keagamaan yang holistik, menggabungkan dimensi sosial (berkurban) dan spiritual (manasik haji) dalam satu kesatuan pembelajaran yang utuh.

Pelaksanaan manasik ini memberikan segudang manfaat bagi perkembangan karakter siswa. Selain menambah wawasan kognitif tentang tata cara haji yang benar, kegiatan ini juga melatih kesabaran, kekhusyukan, dan disiplin dalam menjalankan ibadah. Lebih jauh, simulasi rukun Islam kelima ini menanamkan nilai-nilai kesetaraan dan persaudaraan, mengingat dalam praktiknya seluruh siswa mengenakan kain ihram serba putih tanpa memandang strata sosial. Hal ini selaras dengan visi madrasah untuk meningkatkan karakter spiritual dan membentuk profil pelajar yang moderat serta berakhlak mulia.

Pihak madrasah berharap agar pengalaman empirik ini tidak hanya berhenti sebagai seremonial tahunan. “Kami berharap latihan ini membekas dalam ingatan siswa dan menjadi bekal berharga untuk kehidupan nyata mereka di masa depan. Lebih dari itu, kami ingin menanamkan optimisme bahwa mereka adalah calon tamu-tamu Allah di masa mendatang. Bagi madrasah, kegiatan ini menjadi bukti komitmen kami dalam menghadirkan pendidikan agama yang fungsional, tidak hanya mengajarkan teori di kelas, tetapi juga membentuk keterampilan beribadah yang aplikatif,” pungkas Kepala MAN 1 Ponorogo.

Sal webman1po
5 min read