< Kembali



MAN 1 Ponorogo Bagikan 1.000 Takjil untuk Pasien dan Keluarga pada Lima Rumah Sakit di Ponorogo


Ponorogo, 14 Maret 2026 – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan oleh civitas akademika MAN 1 Ponorogo. Pada hari Sabtu sore ini, madrasah yang berbasis di Kota Reog tersebut membagikan 1.000 paket takjil kepada masyarakat yang berada di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Ponorogo. Kegiatan yang bertajuk "Berbagi Takjil Ramadhan" ini dimulai tepat pada pukul 16.30 WIB hingga waktu berbuka puasa tiba, menyasar mereka yang sedang dalam masa pemulihan atau mendampingi anggota keluarga yang dirawat.

Berbeda dengan kegiatan berbagi takjil pada umumnya yang menyasar pengguna jalan, MAN 1 Ponorogo tahun ini mengusung konsep yang lebih menyentuh. Sasaran pembagian takjil difokuskan kepada para pasien beserta keluarga yang sedang menunggu atau merawat di rumah sakit. Adapun lima rumah sakit yang menjadi tujuan adalah RSUD Dr. Harjono Ponorogo, RSU Muhammadiyah Ponorogo, RSU Muslimat Ponorogo, RSU Aisyiyah Ponorogo, dan RSU Darmayu Ponorogo. Para guru, karyawan, dan siswa yang tergabung dalam tim langsung bergerak menyusuri ruang tunggu dan bangsal untuk menyerahkan paket takjil secara langsung.

Kegiatan ini memiliki tujuan mulia untuk meringankan beban dan memberikan kebahagiaan bagi mereka yang mungkin tidak sempat mempersiapkan hidangan berbuka karena harus fokus pada proses penyembuhan atau pendampingan pasien. "Kami ingin menghadirkan keberkahan Ramadhan tidak hanya untuk kami sendiri, tetapi juga untuk saudara-saudara kita yang sedang menghadapi ujian kesehatan. Kehadiran kami diharapkan bisa sedikit mengobati rasa lelah dan memberikan semangat baru bagi pasien dan keluarganya," tutur kepala MAN 1 Ponorogo, Ibu Dr. Nuurun Nadhiyyah K.Y., S.Pd., M.Pd.I.

Manfaat dari kegiatan ini pun dirasakan langsung oleh pihak madrasah, khususnya para siswa yang terlibat. Mereka diajarkan untuk memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam tentang kepedulian terhadap sesama. Interaksi langsung dengan para penerima manfaat menjadi pembelajaran berharga tentang empati dan rasa syukur. Sementara itu, bagi masyarakat rumah sakit, kehadiran para siswa, guru, dan karyawan MAN 1 Ponorogo memberikan warna tersendiri di sore hari, menciptakan suasana haru dan hangat di tengah situasi rumah sakit yang identik dengan keseriusan dan kesedihan.

Pihak MAN 1 Ponorogo berharap agar kegiatan sosial semacam ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi madrasah lain maupun masyarakat umum untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya, terutama mereka yang sedang dalam kondisi lemah. Harapannya, madrasah tidak hanya menjadi pusat keunggulan akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang membawa manfaat bagi banyak orang.

Sal webman1po
5 min read